Menu
header photo

Title

Subtitle

Contoh Pendekatan Geografi Kompleks Wilayah

March 6, 2017
Guna unik disiplin kecakapan, geografi meneliti suatu orde alam yang terdiri untuk bagian-bagian yang saling terpesona. Aliran semangat dalam uni sistem membuahkan perubahan. Regenerasi yang sinambung akan membuahkan suatu wujud keseimbangan bentuk.

Suatu sistem terdiri dari tiga sesi berbeda, input, output serta komponen. Kalian ambil aja Tv misalnya. Kita bisa menonton tv tidak terperosok dari komposisi yang berfungsi didalam tv tersebut. Berjalannya sistem ini karena ke-3 bagian di sistem tersambung bersama; unit input yang merupakan listrik, bagian output yang berperangai gambar dan suara, bersama bagian komponen seperti sebeng, speaker, remote, dan antena. Tanpa ketiga bagian dari sistem ini tersambung, kita tidak bisa menonton tv.

Pada bentuk yang beroperasi baik, seluruh komponen pantas tersambung bertepatan. Planet Tanah yang mempunyai banyak unsur dapat dipandang sebagai komposisi yang kompleks dan amat besar. Di dalam sistem Globe, input merupakan energi yang datang atas Matahari dan juga semangat yang bersumber dari dalam Bumi, menyerupai tenaga tektonik. Output adalah perubahan taat asas yang sanggup dilihat di sekitar aku dalam mayapada fisik & manusia, menyerupai panas serta hujan.

Komposisi Bumi kadang suatu sistem yang kompleks, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya beserta memahami pada setiap komponen komponennya dengan bervariasi pendekatan di dalam geografi. Inilah geografi dari sudut permufakatan sistem. Perembukan ini langsung mengalami kemajuan hingga sekiranya geografi segar. Dalam geografi modern yang dikenal dengan geografi tertib (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan ataupun hampiran. Ketiga pendekatan itu, yaitu interpretasi keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan kompleks wilayah.

1. Pendekatan Area
Dari namanya dapat ditangkap bahwa persidangan ini bakal menekankan saat keruangan. Persidangan ini menumpukan pada pertarungan lokasi atas sifat-sifat pentingnya seperti pertikaian struktur, contoh, dan prosedur. Struktur keruangan terkait secara elemen perancang ruang yang berupa kenampakan titik, urutan, dan area. Sedangkan motif keruangan terkait dengan zona distribusi ke-3 elemen itu. Distribusi atau agihan butir geografi berikut akan merupakan pola menyerupai memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan reparasi elemen pembentuk ruang. Cakap geografi berjuang mencari faktor-faktor yang menentukan pola persebaran serta jalan mengubah figur sehingga dicapai penyebaran yang lebih elok, efisien, dan wajar. Pengurangan suatu sengketa menggunakan perbincangan ini siap dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H seperti berikut ini.
Perbincangan What (apa), untuk mengetahui jenis petunjuk alam yang terjadi.
Problem When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat kenyataan alam berlangsung.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya kenyataan alam.
Interogasi Who (siapa), untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena dunia.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui prosedur terjadinya fenomena alam.

2. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Persidangan ini bukan hanya mendasarkan pada interaksi organisme beserta lingkungan, tapi juga dikaitkan dengan petunjuk yang terselip dan pun perilaku khalayak. Karena pada umumnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, adalah perilaku serta fenomena komunitas. Sisi polah mencakup 2 aspek, yakni pengembangan rasa dan pikiran lingkungan. Relasi keduanya ini lah yang menjadi ciri khas pendekatan ini. Mempergunakan keenam perbincangan geografi, ulasan dengan pendekatan ini tetap bisa dijalani. bangkudepan Nah, lihat contoh analisis mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan kamu akan memperoleh perbedaannya dengan pendekatan keruangan. Untuk menelaah banjir secara pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tingkah laku sebagai berikut.
Identifikasi ihwal fisik yang mendorong terjadinya bencana tersebut, seperti jenis tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu.
Persepsi sikap serta perilaku bangsa dalam mengelola alam di lokasi ini.
Identifikasi budi daya yang ada kaitannya secara alih kegunaan lahan.
Mengkaji hubungan renggangan budi daya & dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan lembak.
Menggunakan kinerja analisis tersebut mencoba mewujudkan alternatif pemecahan masalah tersebut.

3. Renyah Wilayah

Analisis ini menumpukan pada larutan antara ulasan keruangan & analisis kosmos. Analisis berikut menekankan takrif ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan privat tiap-tiap area. Perbedaan tersebut mendorong suatu wilayah dapat berinteraksi dengan wilayah lain. Perkembangan lokasi yang baku berinteraksi berlangsung karena terdapat permintaan serta penawaran.

Contoh analisis bertautan wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan kawasan tinggal. Langkah mula, dilakukan pengertian wilayah potensial di pendatang Jawa yang memenuhi taklik minimum, menyerupai kesuburan zona dan unit kemiringan lereng. Langkah ke-2, identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil persepsi ini dirumuskan rancangan untuk jangka jenjang dan sela pendek untuk pengembangan korong tersebut.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.