Menu
header photo

Title

Subtitle

Belajar Analisa Prediksi di Dalam Pertandingan Sepak Bola

March 21, 2017
Tatkala menyaksikan festival sepakbola pada layar paras kita sering disajikan kelakuan tebak skor yang dikerjakan para pakar. Walau memikat, saya tidak percaya tumbuk skor ialah sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada kecil logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu pertandingan.

Tidak sama dengan menebak siapa menjimbit yang mau menang -- atau jika pertandingan dengan berakhir secara seri. Mereka seperti itu lumrah saja dikerjakan, walau dalam akhirnya globe itu buntar sehingga pemimpin pun acap kali khilaf diprediksi. Apa sebab? judi bola online Karena ada tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini beta akan kirimkan beberapa trik membuat perkiraan yang masuk. Bukan berguna saya selamanya benar di dalam memprediksi satu pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan sedikit berbangga (sediiiikit saja) saya memiliki rekor kebenaran perkiraan yang semua tinggi: pada umumnya 3 dari 4 dugaan saya sesuai kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, saya memprediksi bakal terjadi All German pucuk di Perhubungan Champions. Pada final, dikategorikan di depan ribuan warga Surabaya yang membanjiri sebuah acara nonton membarengkan, saya menenung Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu kontrol. Sebelum itu saya pun meyakini bahwa Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Buncit, saya mencari Belanda mau mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin aku tekankan disini adalah; prediksi bisa resmi bisa khilaf, tapi yang penting satu buah prediksi total harus memiliki dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka tempat keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap saja tidak bisa diprediksi berdasar pada 100%, apalagi prediksi menyerempet skor selesai. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi mumbul tajam.

Beta ajak Engkau untuk menelaah beberapa perkiraan terakhir beta guna menjabarkan beberapa prinsip penting yang saya yakin akan bermanfaat bagi Anda saat mengira memprediksi perbandingan.

Di antara antisipasi yang aku sebut dalam atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar gawang Atletico]. Meski pun demikian terselip logika pada belakang prediksi tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh kian berkualitas. Tumpuan masa memberitakan ketidakrukunan tokoh Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Mulai media asing saya mendapat kabar kalau Ronaldo dan Mourinho pun tidak akur (berita hal hal itu baru menongol di Indonesia beberapa waktu lalu). Guna pelatih abdi paham benar arti kekompakan tim di dalam dan dalam luar lokasi dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini disematkan faktor Falcao yang lumayan on fire, yang menghasilkan saya berani memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips perkiraan 1: Pertimbangkan suasana dalam tim, terutama saat satu turnamen berlanjur di mana pemain mesti terus molek tanpa siap menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat festival cup, kemonceran striker amat menentukan. Tatkala pertandingan permufakatan kualitas kali panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segala elemen menjulang lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau konsistensi keseluruhan tim juga harus dipertimbangkan.

Ketika memprediksi kemajuan Belanda 3-0 atas Nusantara saya menentang hati nurani. Dengan subjektif abdi membela Nusantara tentunya. Namun, saat menggunakan kacamata berpanggilan objektivitas, kalian semua pasti setuju jika Belanda jauh di buat Indonesia. Kemudian mengapa tidak memprediksi skor akhir yang lebih mencocok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia mau bermain padat gairah, dengan demikian akan siap mereduksi perselisihan kualitas. Oleh sebab itu, skor sedikit atau buntal bisa sekadar diprediksi beserta sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips prediksi 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat perkiraan. Kita piawai selalu bertafakur tim kesayangan kita menang, tapi saat membuat dugaan tentu logika harus diutamakan di atas fanatisme kukuh.

Saya tersenyum saat membaca di sebuah media perihal tentang persamaan-persamaan final Perhubungan Champions tahun ini secara tahun 1997 saat Dortmund menjadi wijaya terakhir kali. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund berlandaskan fakta-fakta itu. Mereka lupa bahwa fakta-fakta tersebut menarik dan betul2 benar adanya, namun bukan memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan final Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan bukti yang lain adalah salah satu kaca dari sekian banyak tingkah fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terpancing para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan pantas menjadi ruang membuat 1 buah prediksi festival.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan renggangan Dortmund vs Bayern pun dimunculkan terlintas bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang megah saat mengikuti Bayern, penuh yang kemudian menilai BVB akan dapat mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Hal ini menumpurkan. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik awal musim pula biar tidak mampu dengan begitu saja menjadi tolok ukur. Perkembangan ke-2 tim sejak pertemuan final perlu dipertimbangkan.

Tips prediksi 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan sempang kedua menjulang yang paling dekat dengan saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini aja.

Karena antisipasi saya sering saya munculkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak meminta saya memprediksi berbagai festival lainnya. Kebanyakan saya abaikan atau abdi tolak dengan alasan redup paham menyerempet kekuatan ke-2 tim. Keterangan saya tersebut senafas secara tips perkiraan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat perkiraan tanpa dilatar belakangi laporan dan pesiaran yang cantik mengenai menjulang atau perkongsian tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menciptakan prediksi tentang MU vs Chelsea. Aku mustahil menjadi pakar tentang semua liga yang siap. Akui selalu.

Tips perkiraan 7: Aku juga bukan seharusnya memprediksi setiap pertentangan. Ada waktunya pertandingan benar sulit diprediksi. Analisa Dikau deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua kru menurut Engkau 50-50. Jika sudah amat tahan pribadi, hindari mengempa diri menghasilkan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan bayangan anda akan meningkat.

Tetap banyak proporsi lainnya yang bisa dan patut diterapkan dalam memproduksi sebuah perkiraan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat hamba berhenti cukup di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh kejujuran prediksi ini. Sebuah dugaan yang berkualitas, baik betul maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau markah analisa yang ada di belakangnya.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.